Rumah mode / Indonesia
Desainer Indonesia yang perlu dikenal
Mode Indonesia membentang dari rumah adibusana Jakarta seperti BIYAN dan Sebastian Gunawan hingga label ready-to-wear seperti TOTON dan PEGGY HARTANTO, busana modest, aksesori, dan rumah wastra berbasis batik dan tenun seperti BINhouse dan Sejauh Mata Memandang. Setiap profil di bawah memuat apa yang dibuat label itu dan tonggak bertanggal, masing-masing dengan sumbernya.
Oleh Kaiser Khan · Fakta diperiksa
Cara kami menyusun
Siapa yang masuk, dan apa yang tidak kami tulis
Ini perkenalan, bukan peringkat. Kami memilih dua belas label yang bersama-sama mewakili ragam desain Indonesia (adibusana dan busana malam, ready-to-wear, busana modest, aksesori, warisan wastra, dan slow fashion) dan punya rekam jejak publik yang bisa kami periksa.
Setiap tonggak mencantumkan sumbernya sendiri: situs resmi label, penyelenggara fashion week atau penghargaan resmi, museum, atau media yang jelas seperti The Jakarta Post dan Tatler Asia. Klaim yang tidak bisa kami pastikan tidak kami tulis. Dua hal yang kami cari ternyata tidak terbukti: kami tidak menemukan desainer Indonesia di antara semifinalis LVMH Prize 2014–2026, dan tidak menemukan label Indonesia di kalender resmi adibusana maupun ready-to-wear Paris 2024–2026.
Fakta diperiksa pada 22 Oktober 2026. Label bisa mengubah lini, toko, dan mitranya; jika Anda mewakili salah satunya dan menemukan informasi yang sudah usang, kirimkan koreksi.
Sekilas
Label-label ini sekilas
| Label | Desainer | Sejak | Dikenal lewat |
|---|---|---|---|
| BIYAN | Biyan Wanaatmadja | 1984 | Adibusana dan busana malam: bordir dan payet, dengan batik dan kain tenun yang diolah untuk busana modern |
| Sebastian Gunawan | Sebastian Gunawan and Cristina Panarese | 1993 | Adibusana dan busana malam: busana malam dan busana pengantin made-to-order |
| Sapto Djojokartiko | Sapto Djojokartiko | 2007 | Adibusana dan busana malam: bordir tangan yang halus, motif timbul dan siluet terstruktur |
| Didit Hediprasetyo | Didit Hediprasetyo | 2010 | Adibusana dan busana malam: drapery terstruktur dengan hiasan yang tidak berlebihan |
| Tex Saverio | Tex Saverio | — | Adibusana dan busana malam: busana malam adibusana yang dramatis |
| TOTON | Toton Januar, with Haryo Balitar | 2012 | Ready-to-wear: teknik rakyat dan upacara adat yang diolah lewat tailoring bergaya busana pria |
| PEGGY HARTANTO | Peggy Hartanto, with Petty and Lydia Hartanto | 2012 | Ready-to-wear: busana perempuan yang skulptural dengan sentuhan surealis |
| Rinaldy A. Yunardi | Rinaldy A. Yunardi | 1996 | Aksesori: hiasan kepala, aksesori skulptural dan wearable art |
| Dian Pelangi | Dian Pelangi | — | Busana modest: busana modest dalam beberapa lini untuk perempuan dan laki-laki |
| Ghea Panggabean | Ghea Panggabean | 1980 | Warisan wastra: jumputan dan kain Nusantara dalam potongan longgar bergaya bohemian |
| BINhouse | Josephine “Obin” Komara | 1986 | Warisan wastra: batik di atas sutra tenun tangan lokal, dikerjakan dari memintal hingga mewarnai |
| Sejauh Mata Memandang | Chitra Subyakto | 2014 | Lambat dan berkelanjutan: batik tulis, cap dan tenun dengan pewarna alami |
Profil
Siapa mereka dan apa yang mereka buat.
-
Adibusana dan busana malam · Jakarta
BIYAN
Biyan Wanaatmadja
Biyan Wanaatmadja meluncurkan labelnya di Jakarta pada 1984, setelah belajar di Düsseldorf dan London. The Jakarta Post menggambarkan ciri khasnya sebagai bordir dan payet yang halus, dengan batik dan kain tenun yang diolah untuk busana modern, dan pada 2013 melaporkan bahwa label ini dijual di Bergdorf Goodman dan Net-a-Porter sejak 2012.
- Sejak
- 1984
- Membuat
- Busana acara di bawah BIYAN, ditambah lini Studio 133 Biyan
- Pendidikan
- Kursus teknik di Müller & Sohn, Düsseldorf; London College of Fashion (lulus 1983)
-
Adibusana dan busana malam · Jakarta
Sebastian Gunawan
Sebastian Gunawan and Cristina Panarese
Sebastian Gunawan mendirikan label Signature pada 1993 bersama istrinya, Cristina Panarese, untuk busana made-to-order. Sejak itu rumah mode ini menambah lini ready-to-wear SEBASTIANred, VOTUM dan Sebastian Sposa, menurut profilnya di Jakarta Fashion Week.
- Sejak
- 1993
- Membuat
- Made-to-order di bawah Sebastian Gunawan Signature; ready-to-wear SEBASTIANred, VOTUM dan Sebastian Sposa
- Pendidikan
- Istituto Marangoni, Milan
-
Adibusana dan busana malam · Jakarta
Sapto Djojokartiko
Berasal dari Solo (Surakarta), Sapto Djojokartiko meluncurkan labelnya pada 2007. Profilnya di Jakarta Fashion Week menggambarkan gaun malam dan ready-to-wear dengan bordir tangan yang halus, motif timbul yang memadukan rujukan etnik dan modern, serta siluet terstruktur.
- Sejak
- 2007
- Membuat
- Gaun malam dan ready-to-wear
- Pendidikan
- ESMOD Jakarta, dengan beasiswa (1997)
- 2007 Meluncurkan labelnya. Sumber ↗
- 2014 Masuk generasi ketiga Indonesia Fashion Forward, program pengembangan Jakarta Fashion Week. Sumber ↗
- 11 Maret 2020 Membuka toko pertamanya di Plaza Senayan, Jakarta. Sumber ↗
Profil lengkap (Inggris) → Situs resmi ↗ @saptodjojokartiko ↗
-
Adibusana dan busana malam · Paris
Didit Hediprasetyo
Didit Hediprasetyo belajar di Parsons, New York dan Paris, dan berkarya dari Paris. Situs resminya menggambarkan adibusana dan ready-to-wear dengan drapery terstruktur dan hiasan yang tidak berlebihan, serta mencantumkan koleksi untuk setiap musim dari Spring/Summer 2010 hingga Fall/Winter 2026.
Ia menggelar show di Paris saat Haute Couture Week, tetapi menurut pemeriksaan kami atas kalender resmi Fédération de la Haute Couture et de la Mode dari Juli 2023 sampai Juli 2026, di luar jadwal resmi. Ia putra Prabowo Subianto, presiden Indonesia sejak Oktober 2024.
- Sejak
- 2010
- Membuat
- Adibusana dan ready-to-wear
- Pendidikan
- Parsons, New York dan Paris (BFA desain mode; Silver Thimble Award)
-
Adibusana dan busana malam · Jakarta
Tex Saverio
Tex Saverio belajar di Bunka School of Fashion dan meluncurkan label adibusananya, Saverio, di Jakarta sekitar 2010, menurut laporan The Jakarta Post pada 2011. Profilnya di Jakarta Fashion Week juga mencantumkan lini Tex Saverio Jakarta dan TX ID.
- Membuat
- Adibusana di bawah Saverio; lini Tex Saverio Jakarta dan TX ID
- Pendidikan
- Bunka School of Fashion
-
Ready-to-wear · Jakarta
TOTON
Toton Januar, with Haryo Balitar
TOTON didirikan di Jakarta pada 2012 oleh Toton Januar dan Haryo Balitar. Label ini menggambarkan karyanya sebagai busana perempuan kontemporer yang mengolah teknik rakyat dan upacara adat lewat tailoring bergaya busana pria.
- Sejak
- 2012
- Membuat
- Busana perempuan kontemporer
- Pendidikan
- Kursus mode di Parsons, New York
- 2016 Memenangi kategori busana perempuan di final regional Asia International Woolmark Prize di Hong Kong. Sumber ↗
- Januari 2017 Bertanding di final global International Woolmark Prize di Paris. Sumber ↗
- 2018 Dinobatkan ELLE Indonesia sebagai Designer of the Year untuk kedua kalinya, setelah 2016. Sumber ↗
- November 2021 Memutar film studio di konferensi iklim COP26. Sumber ↗
-
Ready-to-wear · Surabaya
PEGGY HARTANTO
Peggy Hartanto, with Petty and Lydia Hartanto
Didirikan pada 2012 oleh kakak beradik Peggy, Petty dan Lydia Hartanto, dengan Peggy sebagai pemimpin kreatif, label asal Surabaya ini membuat busana perempuan yang skulptural dengan sentuhan surealis, lalu merambah busana anak dan barang kulit, menurut halaman kisah labelnya.
- Sejak
- 2012
- Membuat
- Busana perempuan, busana anak dan barang kulit
- Pendidikan
- Raffles College of Design and Commerce, Sydney
-
Aksesori · Jakarta
Rinaldy A. Yunardi
Rinaldy A. Yunardi memulai pada 1996 dengan membuat tiara pengantin di Jakarta, lalu merambah aksesori mode dan lampu seni, menurut profil resminya. Ia dua kali memenangi Supreme Award di kompetisi World of WearableArt di Selandia Baru, pada 2017 dan 2019.
- Sejak
- 1996
- Membuat
- Hiasan kepala, tiara dan aksesori mode; lampu seni
- Pendidikan
- Tanpa pendidikan desain formal, menurut The Jakarta Post
- 1996 Mulai membuat tiara pengantin di Jakarta. Sumber ↗
- 2017 Memenangi Supreme Award World of WearableArt dengan Encapsulate, busana dari tali plastik dan LED, serta kategori Avant-garde dengan Cosmos. Sumber ↗
- 7 Mei 2018 Madonna mengenakan tiara rancangannya di Met Gala. Sumber ↗
- 2019 Kembali memenangi Supreme Award World of WearableArt, dengan The Lady Warrior. Sumber ↗
Profil lengkap (Inggris) → Situs resmi ↗ @rinaldyyunardiofficial ↗
-
Busana modest · Indonesia
Dian Pelangi
Label busana modest Dian Pelangi menjalankan beberapa lini, antara lain NOM, KROMO, PRIVE dan lini pria, dengan toko di Indonesia dan di Kuala Lumpur, menurut profilnya di Jakarta Fashion Week. Label ini termasuk angkatan pertama Indonesia Fashion Forward, program pengembangan Jakarta Fashion Week, pada 2012.
- Membuat
- Busana modest dalam lini NOM, KROMO, PRIVE dan lini pria
-
Warisan wastra · Jakarta
Ghea Panggabean
Lahir di Rotterdam pada 1955, Ghea Panggabean belajar di Lucie Clayton College, London, dan mengajar di Chelsea Academy of Fashion sebelum membangun label berbasis kain Nusantara. The Jakarta Post menggambarkan ciri khasnya sebagai jumputan dan kain tradisional dalam potongan longgar bergaya bohemian.
- Sejak
- 1980
- Membuat
- Busana perempuan berbasis kain Nusantara, di bawah Ghea Fashion Studio
- Pendidikan
- Lucie Clayton College, London (1976–78)
-
Warisan wastra · Indonesia
BINhouse
Josephine “Obin” Komara
Didirikan pada 1986 oleh Josephine Komara, yang dikenal sebagai Obin, BINhouse membuat batik di atas sutra tenun tangan Indonesia dan menangani prosesnya dari memintal hingga mewarnai, menurut profilnya di Jakarta Fashion Week. Koleksi nasional Singapura menyimpan sarung batik dari Cita, lini ready-to-wear rumah ini.
- Sejak
- 1986
- Membuat
- Batik dan kain tenun, busana, serta lini ready-to-wear Cita
-
Lambat dan berkelanjutan · Jakarta
Sejauh Mata Memandang
Chitra Subyakto
Chitra Subyakto mendirikan Sejauh Mata Memandang di Jakarta pada 2014 dengan prinsip sirkular dan slow fashion. Label ini bekerja dengan batik tulis, cap dan tenun, memakai pewarna alami seperti Strobilanthes cusia, dan menjalankan program pengembalian pakaian, menurut situs resminya.
- Sejak
- 2014
- Membuat
- Busana dan kain, dengan program pengembalian pakaian
- 2016 Chitra Subyakto meraih Penata Busana Terbaik di Festival Film Indonesia untuk film Athirah. Sumber ↗
- 2024 Meluncurkan Studio Sejauh. Sumber ↗
- Maret 2025 Tersertifikasi sebagai B Corp. Sumber ↗
- Oktober 2026 Tercantum dalam daftar desainer Jakarta Fashion Week 2027. Sumber ↗
Profil lengkap (Inggris) → Situs resmi ↗ @sejauh_mata_memandang ↗
Melihat langsung
Tempat melihat karya desainer Indonesia secara langsung
Jakarta Fashion Week adalah panggung tahunan utamanya. JFW 2027 berlangsung 26 Oktober sampai 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, dan BINhouse serta Sejauh Mata Memandang ada di daftar desainernya.
Busana modest punya etalase sendiri di Jakarta Muslim Fashion Week. Sebelum membeli batik, tenun atau songket dari rumah mana pun di sini, panduan wastra Indonesia kami (bahasa Inggris) menjelaskan apa yang perlu diperhatikan.
Untuk Indonesia Fashion Week, Jogja Fashion Week dan acara lain di kawasan ini, lihat kalender fashion week Asia.
Panduan desainer lainnya: South Korean fashion designers to know · Malaysian fashion designers to know · Thai fashion designers to know · Vietnamese fashion designers to know · Japanese fashion designers to know · Mexican fashion designers to know · Brazilian fashion designers to know
Sumber
Sumber
Setiap tonggak di atas mencantumkan sumbernya sendiri. Berikut semua halaman yang kami gunakan, diperiksa pada tanggal yang tertera.
Mewakili salah satu label ini dan menemukan kesalahan? Kirim koreksi beserta tautan ke catatan resminya.
Jawaban singkat
Tanya jawab desainer Indonesia
Siapa desainer mode Indonesia yang paling dikenal?
- Tidak ada peringkat yang objektif. Label dengan rekam jejak panjang antara lain Ghea Panggabean (sejak 1980), BIYAN (sejak 1984), BINhouse (sejak 1986) dan Sebastian Gunawan (sejak 1993); nama yang lebih baru antara lain TOTON dan PEGGY HARTANTO (keduanya 2012) serta Sejauh Mata Memandang (2014). Panduan ini memuat tonggak bertanggal dan sumber masing-masing.
Desainer Indonesia mana yang ikut membuat gaun pengantin Katniss di Catching Fire?
- Tex Saverio. Perancang kostum Trish Summerville menyebut pada 2013 bahwa gaun pengantin Katniss Everdeen di The Hunger Games: Catching Fire adalah hasil kolaborasi dengannya, menurut TIME.
Apakah ada desainer Indonesia di kalender resmi Paris Fashion Week?
- Tidak pada 2024 sampai 2026, menurut pemeriksaan kami atas kalender resmi Fédération de la Haute Couture et de la Mode. Didit Hediprasetyo, yang berkarya dari Paris, menggelar show saat Haute Couture Week tetapi di luar jadwal resmi.
Di mana bisa melihat koleksi desainer Indonesia secara langsung?
- Jakarta Fashion Week adalah etalase tahunan utamanya: JFW 2027 berlangsung 26 Oktober sampai 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3. Busana modest tampil di Jakarta Muslim Fashion Week, dan beberapa label dalam panduan ini punya toko sendiri.
Label Indonesia mana yang memakai pewarna alami?
- Sejauh Mata Memandang, didirikan Chitra Subyakto di Jakarta pada 2014, memakai pewarna alami seperti Strobilanthes cusia, menjalankan program pengembalian pakaian, dan tersertifikasi B Corp sejak Maret 2025.